Post Top Ad

Sabtu, 16 Januari 2016

Catatan di Januari





Kenapa ada orang yang selalu membedakan orang lain berdasarkan pintar atau bodoh ? Bukankah dengan berpikir seperti itu dia sendirilah yang menciptakan batas, menciptakan perbedaan ?

Setiap apa yang kamu lakukan atau ucapan akan kembali ke dirimu sendiri.
Ga usah menyindir hal-hal sepele. Mementingkan kebersamaan padahal itu hanya sebagai alasan ketidakmampuannya untuk melakukan yang terbaik. Penyesalan selalu datang belakangan.

Apa yang orang lain rasakan, takkan pernah diketahui orang lain.

Heran, kenapa orang lain selalu berpikir bahwa apabila mereka salah tapi beramai-ramai, mereka menjadi benar. Sedangkan apabila ada orang yang benar namun karna dia sendirian, dia menjadi salah.
Dan dengan alasan kekompakkan mereka beranggapan bahwa mereka selalu benar.
Mungkin itu hal yang wajar bagi mereka.

Aku selalu berprinsip bahwa apapun yang kulakukan harus berbeda, setidaknya lebih baik dari yang lalu.
Dan aku selalu heran dengan orang yang selalu melakukan hal yang salah secara berulang-ulang.
Seakan ga pernah berpikir untuk menjadi lebih baik. Tak pernah belajar dari pengalaman.
Dan selalu merasa kesal dengan orang yang berusaha lebih baik.

Mereka tahu bahwa mereka salah, namun tak mau mengakuinya dan malah menyalahkan orang lain.
Ini kelakuan pecundang.
Lantas menyindir-nyindir orang lain seperti pengecut yang tak berani berbicara langsung kesalahan orang lain didepannya.

Apa gunanya ?
Entahlah…
Tanya aja sama si pecundang itu…

"Stupidity is doing the same thing but expecting the different result - Albert Einstein"








06.44 / by / 0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Post Top Ad